Menangisi Pemergian Mu

Menangisi perjalananmu
Yang tidak menjanjikan kepulangan
Bukan membenci sebenarnya
Sekadar menyesali
Hidupku lorongnya bersimpang
Sekadar menghargai
Rinduku takdirnya melukakan

Mengingati hari-hari lalu
Yang tidak mengizinkan pengulangan
Bukan berdendam sebenarnya
Sekadar mengimbau
Kenangan pusaka aromanya manis
Sekadar melangkau
Rentak silam mengundang tangis

Merombak mimpi-mimpi indah
Yang tidak membenarkan kepastian
Bukan kecewa sebenarnya
Sekadar menghakimi
Sesekali rindu bercambah, hati merekah
Sekadar menginsafi
Sekali ombak menyimbah, pantai berubah

Di bawah lengkung dian yang suram
Aku mengingatimu lagi
Dalam bahasa yang kita kongsi bersama
Kudengar suaramu dalam ranjau beribu batu
Masih segar, sesegar dulu
Dalam hingar kesuraman
Aku hanya mampu mengenang
Di bawah lengkung dian yg suram

Di tebing tempias laut Disember
Aku merinduimu kembali
Dalam bicara bisu yg kita simpan bersama
Kulihat matamu di biru laut pemisah benua
Masih redup, seredup dulu
Dalam basah kehujanan
Aku hanya mampu merindu
Di tebing tempias laut Disember

Di kamar harum pelarian pilu sebuah rindu
Aku menyintaimu kesekian kali
Dalam suara kenangan yang kita semai bersama
Kutemui kasihmu di tinggi bintang menyapa
Masih indah, seindah dulu
Dalam sinar ketajaman
Aku hanya mampu menyinta
Di kamar harum pelarian pilu sebuah rindu

Dian, tempias dan kamar
Adalah saksi
Ingatan, rindu dan cinta kepadamu
Namun, ranjau, laut dan bintang
Juga menanti untuk turut menjadi saksi
Bilakah kau akan kembali

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.